Backup, suatu pekerjaan yang penting namun seringkali dilupakan, begitu pun dengan pengguna wordpress self hosting. Apa jadinya bila suatu saat database kita diobrak-abrik oleh seorang cracker? Tentu saja blog yang kita bangun susah payah harus hancur hanya dalam hitungan menit. Nah, untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkanlah backup.

Pada dasarnya, dalam wordpress, backup ada dua macam :

  1. Mengekport file postingan dalam bentuk xml melalui dashboard, yaitu dengan cara tool-export. Cara ini bisa dilakukan baik yang masih numpang di wordpress.com maupun yang sudah mempunyai hostingan sendiri. Namun saya kurang menyukai cara ini. Selain data backup nya cukup besar (apalagi jika postingan kita sudah sangat banyak), juga ketika diimport kembali seringkali eror ataupun corrupt.
  2. Membackup database-nya (hanya bisa dilakukan oleh pengguna wordpress self hosting (wordpress.org).

Membackup database wordpress bisa melalui phpmyadmin, select tabel, tentukan filenya lalu klik eksport. Namun, seringkali kita merasa malas untuk membuka phpmyadmin ini. Nah, bagi para pemalas (termasuk saya :D ), kita bisa menggunakan salah satu plugin dari worpress, yaitu wp-db-backup. Plugin ini termasuk jajaran plugin yang paling populer dari plugin yang lainnya. Kelebihan plugin ini antara lain :

  1. Backup database hanya dalam beberapa klik pada halaman dashboard.
  2. Pilihan backup bisa dikirim ke email, hardisk atau bahkan root direktori hostingan kita (sesuai dengan kebutuhan).
  3. Dapat membuat backup secara otomatis. Hanya dengan setting sedikit, maka plugin ini akan membackup database kita, bisa setiap hari, 2 hari sekali atau seminggu sekali (namun sesuaikan dengan jatah bandwidth yang diberikan).

Cara menggunakan plugin ini relatif mudah:

  1. Download plugin ini disini.

  2. Upload plugin ke direktori wp-content/plugin. Kalau enggak mau repot, saran saya gunakanlah plugin easyuploader. (tentang easyuploader bisa dibaca disini).

  3. Aktifkan plugin tersebut di dashboard anda (biasanya ada di bagian “plugin”)

  4. Nah, setelah aktif, maka akan tersedia opsi baru di bagian tool, yaitu “backup”.

  5. Masuk ke opsi backup. Disini anda bisa langsung membackup database anda. Pertama tentukan tempat dimana anda ingin menaruh file backup-annya, bisa di e-mail, hardisk ataupun root direktori anda. Lalu klik backup. Tunggulah, file akan segera dieksport.

  6. Oh, ya. Dibawahnya ada opsi untuk membackup secara otomatis. Bila anda mau, aturlah waktu yang diinginkan, sepeti sehari sekali dsb, Lalu tentukan tujuan sebagai tempat untuk menyimpan file backup-nya. Saran saya pilihlah e-mail sebagai tempat menyimpannya, kalau-kalau suatu waktu terjadi sesuatu dengan tempat hostingan anda.