<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nurdiana.Web.Id &#187; umum</title>
	<atom:link href="http://nurdiana.web.id/category/umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurdiana.web.id</link>
	<description>Nurdiana Atmanagara &#039;s Personal Weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Oct 2011 01:18:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Lirik Lagu Album Exellentia &#8211; KLa Project</title>
		<link>http://nurdiana.web.id/lirik-lagu-album-exellentia-kla-project</link>
		<comments>http://nurdiana.web.id/lirik-lagu-album-exellentia-kla-project#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 04:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurdiana Atmanagara</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[album]]></category>
		<category><![CDATA[exellentia]]></category>
		<category><![CDATA[KLa project]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurdiana.web.id/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini akan sedikit OOT (out of topic) dari topik blog ini. Ya, mau bagaimana lagi, karena saya memang seorang KLanese hehehe&#8230; Oke, dibawah ini saya menuliaskan lirik lagu KLa project. Selamat menghayati&#8230; REVOLUSI DISCO Cukup sudah kuredam jiwa, malam ini saatnya kurayakan Semangat baru datang ‘tuk merekah pada waktunya bersemi lagi Satu-satu teman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini akan sedikit OOT (out of topic) dari topik blog ini. Ya, mau bagaimana lagi, karena saya memang seorang KLanese hehehe&#8230;<br />
Oke, dibawah ini saya menuliaskan lirik lagu KLa project. Selamat menghayati&#8230;<br />
<span id="more-423"></span></p>
<blockquote><p><strong>REVOLUSI DISCO</strong></p>
<p>Cukup sudah kuredam jiwa, malam ini saatnya kurayakan<br />
Semangat baru datang ‘tuk merekah pada waktunya bersemi lagi</p>
<p>Satu-satu teman yang dulu terpanggil kembali bersisian<br />
Musik keras berdentam bawa irama menyatukan<br />
Tuntas segera, Sekarang!</p>
<p>Darahku didalam darahmu membaur menyalakan merahnya, kawan<br />
Denyut jantungku memandu ke jantungmu<br />
Tak ada lagi keraguan,  kita satu tujuan</p>
<p>Cukuplah kita diamkan sementara t’lah jauh permainan<br />
Mereka terus berperan tak pernah beri kesempatan<br />
Giliran kita, Sekarang!</p>
<p>Lepaskan suara hatimu menghimpun perubahan nyata, kawan<br />
Denyut jantungku setarakan jantungmu<br />
Tak ada lagi kepalsuan, kita satu tujuan</p>
<p><strong>CINTA (BUKAN) HANYA KATA</strong></p>
<p>Angin yang membelai rengkuh kita di pantai<br />
Ku dekap dirimu dalam haru membiru</p>
<p>Kau Tanya masihkah rasa itu bertahta<br />
Sekian lamanya kita tempuh jalan berdua</p>
<p>Seandainya dunia berhenti berputar<br />
Hati tetap ku jaga tiada pernah ku ingkar<br />
Bagiku semula cinta hanya kata<br />
Sampai kau datang jua dan memberinya makna</p>
<p>Jangan kau meragu akan arti hadirmu<br />
Bagiku engkaulah bidadari satu untukku</p>
<p><strong>HILANG SEPARUH ARTI </strong></p>
<p>(Hidup hilang separuh arti karna pernah engkau yang isi)</p>
<p>Rumput hatiku yang mengering tak tersiram hujan namun coba bertahan<br />
Di situ pernah kau terbaring tumbuhkan bunga sejenak lalu tinggalkan</p>
<p>Ku kira waktu terus berjalan engkau mampu ku lupakan</p>
<p>Namun (Kini) hidup hilang separuh arti karna pernah engkau yang isi<br />
Sluruh nadiku tak sanggup mengingkari sentuhanmu yang ku nanti</p>
<p>Bertahun coba kujalani lelaki kecil menempuh hidup sendiri<br />
Terkejut nafasku terhenti saat kau melintas memanggil memori</p>
<p>Luka lama pedih terbuka kala kau sulut kembali api cinta</p>
<p><strong>MANA KU TAHU</strong></p>
<p>Malampun merayap pagi sunyinya meramu sepi<br />
Ku lihat bayanganmu di sana</p>
<p>Saat bulan pun menepi semakin aku sadari<br />
Tak mungkin lagi kita berdua</p>
<p>Dan ku memutuskan diri tuk melepaskanmu agar bahagia<br />
Kupercaya dirimu kan tegar melangkah</p>
<p>Mana kutahu kau masih sangat mencintaiku<br />
Mana kutahu kalau kau tunggu kepastianku<br />
Mana kutahu kupikir kau yang meninggalkanku</p>
<p>Siang malam pun berganti ku simpan kisah di hati<br />
Semoga kau telah bahagia</p>
<p>Saat ku kenang kembali berharap apa yang terjadi<br />
Terbaik bagi kita berdua</p>
<p>Dan ku memutuskan diri tuk melepaskanmu agar bahagia<br />
Kupercaya dirimu kan tegar melangkah</p>
<p>Mana kutahu kau masih sangat mencintaiku<br />
Mana kutahu kau masih sangat merindukanku<br />
Mana kutahu kalau kau tunggu kepastianku<br />
Mana kutahu kupikir kau yang meninggalkanku</p>
<p><strong>IMPIAN TUMBANG </strong></p>
<p>Semburat cahaya di ufuk sana menghantarkan pagi hampa<br />
Hari yang ku jelang kuanggap kau hilang usai kau remukkan hatiku</p>
<p>Dan rasa jiwaku melayang dan hanya asaku membayang</p>
<p>T’lah bertahun ku tanam cinta yang dalam<br />
Namun hanya semalam akarnya kau rajam</p>
<p>Kau hujam jantungku, kau hempas diriku torehkan luka<br />
Kau koyak hidupku, cintaku….. melukai hatiku</p>
<p>Dan rasa jiwaku melayang dan hanya asaku membayang<br />
Segala impianku tumbang betapa perihnya terbuang</p>
<p><strong>KAU PULIHKAN LUKA </strong></p>
<p>Ruang hatiku yang hampa berdebu tiap sudutnya<br />
Hanya ada kenangan ku terluka</p>
<p>Kau datang buka pintunya membawa segar udara<br />
Gambaran cinta usangku sirna t’lah hilang kau gantikan</p>
<p>Kau, kau ajar tuk mencinta hingga ku peluk asa<br />
Dunia lagi berwarna</p>
<p>Ruang hati nan gulita lama ku sesat di sana<br />
Kau datang beri cahaya indah dan arah tuk melangkah</p>
<p>Kau, kau ajar tuk mencinta setelah lama lupa ku berbagi jiwa<br />
Kau, kau yang pulihkan luka hingga ku peluk asa<br />
Dunia lagi berwarna</p>
<p>Kaulah yang datang buka pintunya membawa segar udara<br />
Kau beri juga aku cahaya</p>
<p><strong>RAHASIA SEMESTA</strong></p>
<p>Di satu waktu hidupku terdiam ku terpana menyingkap rahasia semesta<br />
Di saat takdir mengira sebelum ku upaya tak akan lepas ku percaya</p>
<p>Ooo baru kini aku mengerti masa lalu kujalani<br />
Tentukan apa ku kini<br />
Benih yang aku tebar kan berbunga dan mekar<br />
Memberi keindahanku nanti hoho….</p>
<p>Ooo titik titik dalam hidupku<br />
Terhubungkan satu satu jadi gambaran diriku</p>
<p>Ooo baru kini aku mengerti masa lalu yang kujalani<br />
Tentukan apa ku kini<br />
Ooo titik titik di dalam hidupku<br />
Terhubungkan satu satu menjadi gambaran diriku</p>
<p>Di saat hening mendekap ku terdiam menyingkap sebuah rahasia semesta<br />
Oh Semesta</p>
<p><strong>HIDUP ADALAH PILIHAN</strong></p>
<p>Beribu warna kau mampu lukiskan diatas kanvas bingkai kehidupan<br />
Tak usah meragu saat kau melangkah ikuti hatimu menentukan arah</p>
<p>S’gala yang kau inginkan mampu engkau dapatkan<br />
Hidupmu adalah pilihan</p>
<p>Kadang kau rasa seolah dunia menampik rencana<br />
Menggoyahkan jiwa hingga kau mengira itu takdir belaka</p>
<p>Percaya yang kau impikan mampu engkau wujudkan<br />
Hidupmu adalah pilihan</p>
<p>Andai mesti aku pindahkan satu gunung yang tinggi<br />
Dengan iman ku percaya terjadi</p>
<p><strong>TAK INGIN KUBERALIH </strong></p>
<p>Hujan basahi pagi dingin menemani<br />
Dan masih ku disini berharap menanti<br />
Semenjak kau pergi menyisakan duka ini<br />
Separuh ruang hati kini terasa hampa tak berarti<br />
Hanya engkaulah yang mampu mengisi</p>
<p>Ku dambakan kasihmu<br />
Ku rindukan hadirmu yang s’lalu membasuh pedih<br />
Sungguh kau tak terganti<br />
Bilakah kau kembali? Tak ingin hatiku beralih</p>
<p>Meski banyak bunga yang lain mencoba cerahkan hati<br />
Namun kenanganku akan dirimu yang s’lalu memanggil bahagiaku</p>
<p><strong>MIMPIMU NYATA</strong></p>
<p>Pernahkah kau merasa<br />
T’lah begitu keras kau berupaya meraih mimpimu<br />
Namun sukar dan tak kunjung tercapai</p>
<p>Tetes peluh membasah buat sekujur hatimu resah<br />
Hilang harapan indah<br />
Haruskah semua ini segera engaku sudahi</p>
<p>Ternyata kini ku tahu izinku berbagi denganmu<br />
Cara termudah wujudkan itu<br />
Tentukan dulu impian lukiskan dalam pikiran<br />
Sejelas mungkin seperti kau ingin<br />
Lalu coba rasakan<br />
(Kau tlah dapatkan)<br />
(Kau telah mendapatkan dalam syukur pada-NYA mimpimu nyata)</p>
<p>Pernahkah merasa<br />
Tlah begitu lama kau berusaha bertahun berlalu<br />
Beribu rintangan s’lalu mengganggu</p>
<p>Tetes peluh membasah buat sekujur hati meresah<br />
Sekujur hatimu resah menghilang harapan indah<br />
Haruskah semua ini segera engkau sudahi</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurdiana.web.id/lirik-lagu-album-exellentia-kla-project/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Rokok Haram?</title>
		<link>http://nurdiana.web.id/apakah-rokok-haram</link>
		<comments>http://nurdiana.web.id/apakah-rokok-haram#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 03:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurdiana Atmanagara</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[apakah]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[rokok haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurdiana.web.id/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.&#8221; Kalau anda bisa mengisi titik-titik tersebut, saya yakin bahwa semua orang pasti tahu atau pernah membaca &#8220;wejangan&#8221; dari pemerintah tersebut. Apalagi kalau bukan rokok, benda kecil mungil namun menimbulkan banyak kontroversi diantara banyak kalangan. Yup, saat ini, dari kakek-kakek sampai anak sekolahan pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230; dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.&#8221; Kalau anda bisa mengisi titik-titik tersebut, saya yakin bahwa semua orang pasti tahu atau pernah membaca &#8220;wejangan&#8221; dari pemerintah tersebut. Apalagi kalau bukan rokok, benda kecil mungil namun menimbulkan banyak kontroversi diantara banyak kalangan. Yup, saat ini, dari kakek-kakek sampai anak sekolahan pun banyak dijumpai sebagai &#8220;penggemar&#8221; rokok ini. Padahal saya yakin, mereka pasti sudah tahu, atau minimal pernah mendengar, bahwa rokok amat sangat tidak baik bagi kesehatan pribadi maupun teman di sekitar kita.</p>
<p>Meskipun sudah basi, namun sekedar mengingatkan, ada 3 zat yang terdapat dalam rokok (selain zat-zat berbahaya lainnya) :<span id="more-224"></span></p>
<ol>
<li> Nikotin. Semua perokok pasti tahu, bahwa setiap batang rokok yang mereka hisap pasti mengandungnikotin. Nikotin merupakan zat yang terdapat dalam tembakau yang mampu mendatangkan rasa nyaman pada otak, sehingga dapat menyebabkan kecanduan. Nikotin inilah yang menyebabkan kuku dan gigi para perokok menjadi kekuning-kuningan. Sehingga, mudah saja bagi kita untuk mengetahui apakah seseorang adalah perokok atau bukan.</li>
<li>Tar. Zat ini tidak kalah bahayanya dengan nikotin. Sekali rokok dihisap, asapnya akan memadat. Sebanyak 70 % tar yang terkandung dalam asap rokok diendapkan dalam paru-paru perokok. Tar ini dalam padatannya merupakan bahan berwarna coklat yang lengket.</li>
<li>Karbondioksida. Saya yakin bahwa kita semua pasti sudah tau karbondioksida. Apalagi yang pernah belajar kimia di sekolahnya, kalau gak tahu keterlaluan.. He3x.</li>
</ol>
<p><img class="alignnone" title="apakah rokok haram" src="http://farm3.static.flickr.com/2648/3779275533_522198f5b1.jpg" alt="" width="180" height="175" /></p>
<p>Fakta-fakta dibalik rokok :</p>
<ol>
<li> Asap rokok dapat merusak kesuburan wanita perokok, meskipun cuma perokok pasif, yaitu hanya menghisap asap rokok dari perokok aktif. (Human Reproduction, jurnal media Eropa ; koran Tempo).</li>
<li>Untuk memperbesar resiko kematian, hanya dibutuhkan sebatang rokok dalam sehari. (Jurnal Tobacco Control, hasil penelitian dari Norwegia, yang dipimpin oleh Kjell Bjartveit dari Health Screening Service Oslo).</li>
<li>Kebiasaan merokok dapat meningkatkan produksi zat-zat kimia dalam otak yang disebut opioid dan dopamine, yang berperan dalam mengatasi rasa sakit, emosi-emosi positif dan perasaan nyaman sehingga menyebabkan kecanduan, serupa seperti para pecandu morfin dan heroin. (Penelitian David J. Scott dari Universitas Michigan).</li>
<li>Sejak tahun 1970-an, jumlah perokok di AS (yang seringkali kita cap sebagai negara liberal dan bebas) ternyata menurun drastis akibat meningkatnya kesadaran akan pentingnyakesehatan. Jumlah perokok yang awalnya mencapai 46 % dari penduduk AS pada tahun 1950 turun menjadi 21 % pada tahun 2004. Akibatnya, pada tahun 1975 pabrik-pabrik rokok membuka pasar luar negeri, terutama negara dimana masyarakat belum sadar akan pentingnya kesehatan, termasuk Indonesia. (Kompas, edisi 27 Juni 2009, hal. 6).</li>
<li>Pengadilan tinggi Washington DC menyatakan bahwa pabrik-pabrik rokok telah melakukan kebohongan publik dengan istilah-istilah semacam mild, light, atau low tar.</li>
</ol>
<p>Kini, kita kembali ke topik awal : apakah rokok haram ? Untuk hal ini, maaf-maaf saja, saya tidak berani mengemukakan pendapat. Selain ilmu agama saya yang belum bisa menjangkaunya, juga untuk memberikan hukum halal atau haram bukanlah pekerjaan mudah. Harus menguasai ilmu-ilmu agama seperti dalil dan sebagainya. Biarlah, untuk masalah halalatau haramnya rokok ini kita serahkan pada MUI atau ulama-ulama yang memang menguasai ilmunya. Namun, saya pribadi mengajak anda, terutama yang belum merokok, agar menjauhi benda ini. Bukankah sesuatu yang meragukan hukumnya lebih baik ditinggalkan? Apalagi setelah kita tahu zat yang terkandung dalam rokok, dan fakta-fakta dibalik rokok yang telah saya jelaskan diatas. Toh tidak ada ruginya. Bahkan untung, karena uang kita tidak terkuras habis oleh rokok yang harganya rata-rata 5000 rupiah itu. Anda takut dibilang banci? Tenang. Cuek aja lagi. Jawaban sederhana jika ada yang mengejek anda banci kalau tidak merokok simple aja: banci pun banyak yang merokok. Betul kan?</p>
<p>Terakhir, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau tulisan saya ini banyak kesalahan, ataupun merugikan banyak pihak. Percayalah, saya tidak sedikitpun berniatmerusak mata pencaharian orang ataupun mencela dan mendiskriminasi suatu golongan tertentu. Btw, kalau ada yang mau memberikan saran, kritik atau sanggahan, silahkan berkomentar disini (ada commentluv-nya lo.. Jadi bisa sekalian promosi..).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurdiana.web.id/apakah-rokok-haram/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

