Sekilas Tentang ”HACKER”
Tulisan ini dibuat untuk membedakan antara hacker dan cracker, sekaligus menghapus image buruk tentang hacker.
Hacker, si penguasa dunia maya.
Banyak yang merasa ngeri jika mendengar kata hacker. Di benak mereka, yang segera muncul adalah bayangan seorang ”penjahat” yang akan mengobrak-abrik komputer, untuk mencari tahu rahasia dan data. Sehingga, pada tanggal 12 Juni 2008, beberapa hacker top Indonesia berkumpul di bawah atap JCC guna memperbincangkan masalah etika dan image hacker, yang selama ini terkesan jahat dan angker. Lalu, sebenarnya siapa dan apa hacker itu?
Terminologi awal dari hacker tidaklah seperti itu. Kata hacker pada awalnya berkonotasi positif. Sejarahnya, di tahun 60-an, beberapa mahasiswa dari Massachussetts Institute of Technology (MIT) dianggap sebagai pelopor dan cikal bakal lahirnya hacker. Mereka yang pertama kali berkutat dengan komputer.
Nama mereka sangat harum karena dianggap sebagai manusia cerdas yang mampu membuat sistem komputer menjadi lebih baik. Merekalah yang yang dianggap menjadikan jaringan komputer menjadi maju seperti sekarang. Agar program mereka mencapai titik maksimal, mereka melakukan uji coba penyusupan ke sistem komputer orang lain. Menurut pandangan mereka, hal itu sangat perlu agar sistem yang mereka bedah dapat terintegrasi secara sempurna. Karena mahasiswa HIT itu menggunakan istilah hack, maka lama kelamaan mereka dipanggil sebagai hacker.
Ulah ”cracker” yang merugikan
Sayangnya, seiring dengan perkembangan waktu, muncul sekelompok orang yang melakukan penyusupan ke komputer orang lain, membobol, atau menyebarkan software perusak seperti virus, worm, trojan dsb. Mereka menamai dan menyebut dirinya sebagai hacker.
Richard M Stallman, salah satu mahasiswa MIT yang memplopori gerakan hacker mengaku sangat terganggu dengan ulah orang-orang itu. Stallman kemudian menyebut mereka sebagai cracker bagi mereka yang pintar dalam komputer tetapi mempunyai moral yang buruk.
Pada dasarnya, yang mendasari perbedaan antara hacker dan cracker adalah dari sisi moralnya. Jika hacker bersifat membangun, cracker bersifat merusak. Menurut praktisi TI Indonesia, Onno W. Purbo, bahwa dari sisi keilmuan hacker biasanya lebih tinggi dari cracker yang baru punya ilmu sedikit tetapi sudah bertingkah. Secara logika pun, merusak lebih mudah daripada membangunnya kembali.
Roy Suryo, seorang pakar TI mengemukakan, ”Hacker putih menyusup jaringan komputer dengan etika, sedangkan hacker hitam (cracker) menyusup dengan niat jahat. Yang putih biasanya menyusup, untuk membuktikan bahwa ada celah di sistem tersebut. Karena tidak memiliki niat jahat, mereka biasanya akan memberitahukan kepada pemilik komputer bahwa mereka baru saja menerobos masuk, dan ke depannya si pemilik komputer harus lebih hati-hati agar hal serupa tak dapat dilakukan oleh seorang ’cracker’.”
Kejahatan Carder
Ulah nakal para hacker ini semakin ramai diperbincangkan setelah banyaknya penyusupan komputer bank yang dilanjutkan dengan pembobolan uang nasabah di tanah air kita. Oleh para ahli TI, mereka biasanya disebut sebagai Carder, dan aktivitasnya disebut carding.
Aksi carding di Tanah Air ternyata semakin menjamur dimana-mana. Karena sering terjadi, kegiatan jual beli online di Indonesia pernah di blok pada tahun 2002. Ini membuktikan bahwa keamanan di negara kita sudah tidak dapat dipercaya oleh negara lain, sekalipun di dunia maya.
Menurut seorang hacker, bahwa jika dibuat suatu kasta, maka para carder ini menempati kasta yang paling rendah. Karena, untuk menjadi seorang carder cukup mudah, tinggal punya niat jahat, software carding, dan resiko pidana, maka lengkaplah sudah. Menurutnya, sekarang ini sudah terlalu banyak software carding di internet. ”Syaratnya, punya nomor rekening korban dan hubungan kuat dengan carding lain, maka hal ini bisa dilakukan.” tuturnya.
Biasanya, para carder ini melakukan aksinya untuk ”meminjam” uang korban untuk membeli barang-barang ataupun software dari negara luar yang harganya selangit. Untuk menyembunyikan identitasnya, mereka biasanya menggunakan alamat rumah palsu untuk pengiriman barang.





November 5th, 2008
Nurdiana Atmanagara
Terima kasih infonya ya mas
[Reply]